KENDARI – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari menorehkan prestasi menggembirakan dalam ajang Festival Olahraga dan Seni Budaya Tingkat Sulawesi Tenggara 2026 yang diselenggarakan pada 10-15 April 2026 lalu. Dengan mengikutsertakan lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai program studi, UMW Kendari berhasil meraih 18 medali emas, 12 medali perak, dan 15 medali perunggu dalam berbagai cabang olahraga dan kategori seni budaya.
Pencapaian luar biasa ini menandai komitmen kuat universitas dalam mengembangkan potensi mahasiswa di luar ranah akademik. Festival yang berlangsung di Jakarta Convention Center selama enam hari tersebut menghadirkan peserta dari 34 perguruan tinggi seluruh Sulawesi Tenggara, menjadikannya salah satu event olahraga dan seni budaya terbesar di kawasan tersebut.
Konsistensi Prestasi yang Menginspirasi
Keberhasilan mahasiswa UMW Kendari bukan sekadar pencapaian sesaat. Sejak tiga tahun terakhir, universitas yang dipimpin oleh Rektor Bapak Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc., telah secara konsisten menempatkan mahasiswanya sebagai peraih medali di ajang-ajang bergengsi tingkat regional dan nasional. Pada tahun 2024, UMW Kendari tercatat sebagai universitas dengan koleksi medali terbanyak ketiga dalam kompetisi serupa, bahkan melampaui universitas-universitas besar lainnya di kawasan.
Prestasi gemilang ini tidak terlepas dari dukungan penuh institusi terhadap pengembangan bakat mahasiswa. UMW Kendari telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung pelatihan intensif, penyediaan fasilitas olahraga modern, dan pemberdayaan sanggar seni kampus. Investasi ini terbukti menghasilkan return yang signifikan bagi citra dan reputasi universitas.
“Kami bangga melihat mahasiswa kami tidak hanya berprestasi di kelas, tetapi juga menunjukkan keunggulan dalam berbagai cabang olahraga dan seni budaya. Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan holistik yang kami tawarkan benar-benar membentuk mahasiswa yang berkualitas dan berjiwa juara,” ujar Dr. Ir. Hendra Wijaya, Kepala Unit Pelaksana Teknis UMW Kendari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus UMW Kendari pada 15 April 2026.
Dominasi di Cabang Olahraga
Dominasi mahasiswa UMW Kendari terlihat sangat jelas dalam kategori olahraga. Tim bola voli putri universitas meraih medali emas setelah mengalahkan tim bola voli dari Universitas Negeri Kendari dalam pertandingan final yang berlangsung sengit. Tim ini terdiri dari mahasiswa dari berbagai angkatan yang telah bersama-sama berlatih secara intensif selama tiga bulan sebelum kompetisi.
“Perjalanan menuju medali emas ini tidaklah mudah. Kami melawan universitas-universitas dengan reputasi olahraga yang lebih tenar. Akan tetapi, melalui kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari pelatih serta institusi, kami mampu membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya memiliki potensi olahraga yang tidak tertandingi,” ungkap Sinta Hardianto, kapten tim bola voli putri UMW Kendari, dengan penuh kebanggaan.
Selain bola voli, mahasiswa UMW Kendari juga meraih medali emas dalam cabang olahraga lain seperti futsal putra, renang gaya bebas 100 meter putri, dan atletik nomor lompat jauh putra. Prestasi ini menunjukkan bahwa keunggulan bukan hanya pada satu cabang olahraga tertentu, melainkan tersebar di berbagai jenis kompetisi fisik.
Dalam cabang bola basket putra, meskipun tidak berhasil meraih emas, mahasiswa UMW Kendari menunjukkan performa yang konsisten dan meraih medali perak. “Tim basket kami masih sangat muda dan terus berkembang. Medali perak tahun ini adalah motivasi bagi kami untuk lebih giat berlatih dan meraih emas pada tahun depan,” jelas Agus Prasetyo, pelatih kepala basket UMW Kendari, dengan optimisme tinggi.
Gemilang di Panggung Seni Budaya
Tidak hanya olahraga, mahasiswa UMW Kendari juga menunjukkan prestasi gemilang dalam kategori seni dan budaya. Dalam kompetisi tarian tradisional, grup tari Mandala yang merepresentasikan universitas berhasil meraih medali emas dengan menampilkan pertunjukan tari Poco-Poco yang dimodernisasi dengan sentuhan budaya Sulawesi Tenggara yang kaya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional tetap relevan dan menarik di era modern. Dengan menggabungkan elemen tradisional dan kontemporer, kami menciptakan sesuatu yang unik dan menggugah jiwa penonton,” jelas Dewi Anggraini, ketua grup tari Mandala, dengan antusiasme yang membara.
Selain tarian, mahasiswa UMW Kendari juga menorehkan prestasi dalam kategori seni vokal. Paduan suara universitas meraih medali emas dalam kompetisi vokal grup mahasiswa campuran dengan menampilkan lagu-lagu tradisional Indonesia yang disusun ulang dengan harmoni modern. Pelatih paduan suara, Ibu Ratna Sulistyowati, M.Pd., mengakui bahwa pencapaian ini adalah hasil dari dedikasi dan kerja keras seluruh anggota kelompok.
“Paduan suara kami terdiri dari mahasiswa yang memiliki passion tinggi terhadap seni musik. Meskipun background mereka berbeda-beda, semangat bersama untuk merepresentasikan universitas dengan baik telah menyatukan mereka. Medali emas ini adalah bukti nyata dari keberhasilan kolaborasi yang indah,” tutur Ibu Ratna dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
Dalam kategori puisi dan pembacaan puisi, mahasiswa UMW Kendari juga berhasil meraih medali perak. Sementara itu, dalam kompetisi seni rupa dan desain grafis, universitas juga memiliki peserta yang berhasil mempersembahkan karya-karya berkualitas, meskipun tidak semuanya meraih medali tertinggi.
Peran Penunjang Kesuksesan
Kesuksesan mahasiswa UMW Kendari dalam festival ini bukan hasil kebetulan semata. Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen terhadap pengembangan mahasiswa secara menyeluruh, UMW Kendari telah mempersiapkan mahasiswa dengan matang melalui berbagai program pendukung.
Dr. Bambang Wirawan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMW Kendari, menjelaskan bahwa universitas memiliki divisi khusus yang bertanggung jawab atas pengembangan bakat olahraga dan seni mahasiswa. “Kami memiliki tim profesional yang terdiri dari pelatih bersertifikat, instruktur seni yang berpengalaman, dan fasilitas penunjang yang memadai. Investasi ini kami lakukan karena kami percaya bahwa pengembangan potensi mahasiswa dalam berbagai bidang adalah bagian integral dari misi pendidikan kami,” jelas Dr. Wirawan.
Selain itu, universitas juga memberikan beasiswa khusus untuk mahasiswa yang memiliki bakat olahraga dan seni yang luar biasa. Program ini disebut sebagai “Scholarship for Excellence in Sports and Arts” dan telah membantu ratusan mahasiswa untuk fokus mengembangkan talenta mereka tanpa beban finansial yang memberatkan.
Dampak Positif bagi Kampus dan Mahasiswa
Prestasi gemilang ini membawa dampak positif yang signifikan bagi UMW Kendari. Pertama, prestasi ini meningkatkan visibilitas dan reputasi universitas di tingkat regional dan nasional. Media massa dan institusi pendidikan lain semakin mengenal UMW Kendari bukan hanya sebagai universitas dengan program akademik yang solid, tetapi juga sebagai institusi yang menghasilkan mahasiswa yang berprestasi di berbagai bidang.
Kedua, prestasi ini meningkatkan motivasi dan semangat mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi mereka. Ketika melihat teman-teman mereka meraih medali dan penghargaan, mahasiswa lain menjadi terinspirasi untuk bergabung dengan klub olahraga, sanggar seni, atau komunitas pengembangan bakat lainnya.
Ketiga, prestasi ini juga berdampak positif pada rekrutmen calon mahasiswa baru. Sekolah-sekolah menengah atas dan calon peserta didik akan semakin tertarik untuk memilih UMW Kendari sebagai tempat melanjutkan studi mereka, karena mereka mengetahui bahwa universitas ini memiliki track record yang terbukti dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara holistik.
“Prestasi mahasiswa kami dalam festival ini adalah investasi jangka panjang untuk reputasi dan masa depan universitas. Kami yakin bahwa dengan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa, UMW Kendari akan terus tumbuh dan berkembang menjadi universitas terkemuka di Sulawesi Tenggara,” ujar Prof. Dr. Bambang Sutrisno dalam kesempatan upacara perayaan prestasi mahasiswa yang diselenggarakan pada 16 April 2026.
Rencana Masa Depan
Kesuksesan dalam festival 2026 ini bukan akhir dari perjalanan UMW Kendari. Universitas telah merencanakan berbagai strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi di tahun-tahun mendatang. Salah satunya adalah pembangunan fasilitas olahraga dan seni yang lebih modern dan lengkap. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah berjanji untuk memberikan dukungan dalam bentuk bantuan infrastruktur untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang olahraga dan seni budaya.
Selain itu, UMW Kendari juga berencana untuk meningkatkan program kolaborasi dengan universitas-universitas lain, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa UMW Kendari akan memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar dari praktisi dan atlet profesional yang berpengalaman.
“Kami juga sedang mengembangkan program magang dan penelitian bagi mahasiswa yang memiliki potensi tinggi dalam bidang olahraga dan seni budaya. Program ini akan membantu mahasiswa untuk mengembangkan skill mereka secara lebih mendalam dan aplikatif,” tambah Dr. Bambang Wirawan.
Penutup
Prestasi gemilang mahasiswa Universitas Mandala Waluya Kendari dalam Festival Olahraga dan Seni Budaya Tingkat Sulawesi Tenggara 2026 adalah bukti nyata dari komitmen institusi dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, pelatih dan instruktur profesional, serta fasilitas yang memadai, mahasiswa UMW Kendari telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan meraih prestasi tertinggi di tingkat regional.
Ke depannya, diharapkan bahwa kesuksesan ini akan terus berkelanjutan dan bahkan ditingkatkan pada kompetisi-kompetisi berikutnya. Mahasiswa UMW Kendari telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya mahasiswa yang cerdas di kelas, tetapi juga individu yang berbakat, berdedikasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi resmi dari Unit Pelaksana Teknis Universitas Mandala Waluya Kendari dan wawancara dengan narasumber terkait.