KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beserta seluruh organisasi kemahasiswaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari menggelar Forum Kolaboratif Organisasi Mahasiswa pada Sabtu, 19 April 2026. Acara yang diselenggarakan di Auditorium UPT UMW Kendari ini menjadi momentum strategis bagi semua organisasi mahasiswa untuk merumuskan program kerja terintegrasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan mahasiswa dan kemajuan institusi pendidikan.
Hadir dalam forum tersebut lebih dari 150 peserta yang terdiri dari pengurus BEM, ketua-ketua organisasi senat mahasiswa di berbagai fakultas, organisasi minat dan bakat, unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta perwakilan dari rektorat dan unit pelaksana teknis UMW Kendari. Kehadiran yang melimpah ini menunjukkan tingginya komitmen mahasiswa dalam bergerak maju untuk menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang produktif dan bermakna.
Latar Belakang dan Urgensi Forum
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang, UMW Kendari khususnya melalui Unit Pelaksana Teknisnya, telah merasakan peningkatan signifikan dalam jumlah mahasiswa dan kompleksitas kebutuhan akademik maupun non-akademik. Fenomena ini mendorong perlunya sinergi yang lebih kuat antar organisasi kemahasiswaan agar program-program yang dijalankan tidak tumpang tindih dan dapat memberikan nilai tambah maksimal bagi seluruh civitas akademika.
Menurut Ketua BEM UMW Kendari, Rafidah Zahra Nasution, yang menjabat sejak September 2025, forum ini dirancang sebagai sarana untuk membangun kesepahaman bersama tentang arah pengembangan organisasi kemahasiswaan ke depan. “Kami menyadari bahwa setiap organisasi memiliki visi dan misi yang unik, namun dalam pelaksanaannya, kita harus memastikan ada koordinasi yang solid sehingga energi mahasiswa digunakan secara optimal,” ungkap Rafidah dalam sambutan pembukaan forum.
Struktur dan Mekanisme Forum
Forum Kolaboratif Organisasi Mahasiswa UMW Kendari dibagi menjadi beberapa sesi diskusi yang dirancang secara sistematis. Sesi pertama berfokus pada evaluasi program kerja organisasi kemahasiswaan selama tahun akademik 2024/2025. Setiap organisasi diberi kesempatan untuk mempresentasikan pencapaian, tantangan yang dihadapi, dan pembelajaran yang diperoleh selama menjalankan program.
Pada sesi kedua, peserta forum diajak untuk melakukan pemetaan kebutuhan mahasiswa melalui berbagai perspektif, mulai dari aspek akademik, sosial, kesehatan mental, pengembangan karir, hingga pemberdayaan ekonomi. Diskusi ini melibatkan masukan langsung dari mahasiswa yang hadir, sehingga tidak hanya mengandalkan perspektif pengurus organisasi semata.
Sesi ketiga merupakan inti dari forum, yakni perumusan program kerja terintegrasi. Dalam sesi ini, ketua-ketua organisasi duduk dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari perwakilan BEM, senat fakultas, UKM olahraga, UKM seni, UKM akademik, dan organisasi-organisasi lainnya. Mereka didampingi oleh fasilitator dari pihak rektorat untuk memastikan proses diskusi berjalan produktif dan menghasilkan keputusan yang terukur.
“Program kerja yang akan kita hasilkan harus memiliki indikator kinerja utama yang jelas, timeline yang terstruktur, dan mekanisme akuntabilitas yang transparan,” jelas Dra. Endah Sulistyowati, M.Si., selaku Ketua Unit Pelaksana Teknis UMW Kendari, dalam pengarahannya kepada peserta forum.
Program Kerja Terintegrasi yang Dihasilkan
Melalui proses deliberasi yang intens selama hampir delapan jam, forum berhasil merumuskan lima pilar program kerja terintegrasi yang akan menjadi fokus organisasi kemahasiswaan UMW Kendari untuk periode 2026/2027. Pilar-pilar tersebut adalah pengembangan akademik dan karir, pembangunan karakter dan kepemimpinan, kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa, pemberdayaan ekonomi mahasiswa, dan pelestarian lingkungan serta budaya lokal.
Dalam pilar pengembangan akademik dan karir, BEM bekerja sama dengan Senat Fakultas dan UKM akademik akan menyelenggarakan rangkaian seminar karir dengan menghadirkan praktisi dari berbagai industri di Sulawesi Tenggara. Program ini ditargetkan untuk menjangkau minimal 500 mahasiswa dalam enam bulan ke depan. Selain itu, akan diupayakan penyelenggaraan pelatihan keterampilan digital dan literasi data yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja kontemporer.
Pilar kedua tentang pembangunan karakter dan kepemimpinan dirancang melalui program kepemimpinan berbasis nilai-nilai lokal dan nasional. Program ini akan melibatkan seluruh UKM untuk menciptakan ekosistem pembelajaran kepemimpinan yang holistik. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan tidak hanya mendapatkan pengalaman administratif, tetapi juga berkembang sebagai pemimpin yang visioner dan etis,” kata Rafidah.
Pilar kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa mencakup program penguatan layanan konseling mahasiswa, edukasi kesehatan mental, dan peningkatan fasilitas kesehatan di kampus. Dalam hal ini, BEM berkoordinasi erat dengan pihak rektorat dan unit kesehatan kampus untuk memastikan program ini berjalan efektif. Target akhir dari pilar ini adalah menciptakan lingkungan kampus yang supportif bagi kesehatan fisik dan mental seluruh mahasiswa.
Pilar pemberdayaan ekonomi mahasiswa dirancang untuk memberikan peluang bagi mahasiswa dalam mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan menciptakan ekosistem ekonomi kampus yang sehat. UKM yang memiliki fokus pada pengembangan kewirausahaan akan menjadi garda terdepan dalam pilar ini, didukung penuh oleh BEM dengan fasilitasi dari pihak institusi.
Pilar kelima, yakni pelestarian lingkungan dan budaya lokal, mengamanatkan kepada seluruh organisasi kemahasiswaan untuk aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus sekaligus mempromosikan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Program ini mencakup penanaman pohon berkala, edukasi sustainable living, dan penyelenggaraan acara-acara budaya yang melibatkan masyarakat lokal.
Dukungan Institusional dan Visi Jangka Panjang
Atas hasil dari forum kolaboratif ini, pihak rektorat UMW Kendari menyambut dengan antusias dan memberikan komitmen penuh untuk mendukung eksekusi program-program yang telah dirumuskan. Dr. Suwarto, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap inisiatif BEM dan seluruh organisasi kemahasiswaan dalam menyelenggarakan forum kali ini.
“Forum seperti ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa UMW Kendari memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi terhadap pengembangan institusi. Kami tidak sekadar mendukung program-program yang telah dirumuskan, tetapi juga berkomitmen untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan agar program dapat berjalan dengan maksimal,” jelas Dr. Suwarto dalam sesi penutupan forum.
Lebih lanjut, Wakil Rektor menekankan bahwa visi institusi untuk menjadi universitas yang responsif terhadap kebutuhan lokal harus diperkuat melalui peran aktif mahasiswa. “Mahasiswa adalah aset terpenting bagi universitas. Ketika mahasiswa bergerak dengan visi yang jelas dan program yang terukur, maka institusi akan bergerak lebih cepat menuju tujuannya,” ucap Dr. Suwarto.
Respons Positif dari Organisasi Mahasiswa
Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik, Ahmad Hidayat Pratama, menyatakan bahwa forum ini telah membuka perspektif baru tentang pentingnya kolaborasi lintas organisasi. “Sebelumnya, kami terkadang merasa bahwa setiap organisasi berjalan sendiri-sendiri. Tetapi melalui forum ini, kami menyadari bahwa dengan berkolaborasi, dampak dari setiap program dapat diperbesar berkali-kali lipat,” kata Ahmad.
Sementara itu, Koordinator UKM Olahraga, Bunga Septiana Wijaya, menekankan bahwa pilar kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa sangat relevan dengan misi UKM olahraga dalam mempromosikan gaya hidup sehat. “Kami siap menjadi mitra utama dalam pilar ini dengan menyelenggarakan berbagai event olahraga yang tidak hanya kompetitif tetapi juga edukatif dan inklusif,” tutur Bunga dengan antusiasme.
Tantangan dan Strategi Implementasi
Meskipun hasil forum sangat positif, peserta forum juga mengakui bahwa eksekusi program kerja terintegrasi ini akan menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran, koordinasi lintas organisasi yang kompleks, dan keterlibatan mahasiswa yang perlu terus ditingkatkan.
Untuk mengantisipasi tantangan ini, forum merumuskan strategi implementasi yang komprehensif. Pertama, akan dibentuk tim koordinasi lintas organisasi yang bertemu minimal dua minggu sekali untuk memantau progress setiap program. Kedua, akan dilakukan fundraising yang terstruktur dan transparan untuk mendukung pendanaan program. Ketiga, akan diadakan sosialisasi berkelanjutan kepada mahasiswa agar program-program yang dijalankan dapat diakses dan dimanfaatkan oleh sebanyak mungkin mahasiswa.
“Kami juga berencana untuk membuat dashboard yang dapat diakses oleh semua mahasiswa sehingga transparansi dalam pelaksanaan program dapat terjamin,” tambah Rafidah, menunjukkan inovasi dalam penggunaan teknologi untuk meningkatkan akuntabilitas.
Dampak Jangka Panjang dan Harapan ke Depan
Dengan adanya forum kolaboratif ini, diharapkan bahwa ekosistem kemahasiswaan di UMW Kendari akan mengalami transformasi positif. Dampak yang diinginkan bukan hanya peningkatan kuantitas program, tetapi juga kualitas dampak yang dirasakan langsung oleh mahasiswa dan komunitas di sekitarnya.
Rafidah menegaskan bahwa forum ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju ekosistem kemahasiswaan yang lebih matang dan berorientasi pada hasil. “Kami tidak menginginkan forum ini hanya menjadi acara sekali jadi. Sebaliknya, kami ingin menjadikan forum kolaboratif ini sebagai mekanisme tahunan yang terus meningkat kualitasnya,” katanya dengan penuh keyakinan.
Penutup
Forum Kolaboratif Organisasi Mahasiswa UMW Kendari yang diselenggarakan pada 19 April 2026 menandai era baru dalam manajemen organisasi kemahasiswaan di institusi ini. Dengan lima pilar program kerja terintegrasi yang telah dirumuskan, dukungan penuh dari rektorat, dan komitmen para pemimpin organisasi mahasiswa, UMW Kendari siap menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang dinamis, produktif, dan berkelanjutan.
Ke depan, masyarakat kampus UMW Kendari dapat memantau perkembangan program-program ini melalui berbagai saluran komunikasi yang akan disediakan oleh BEM dan organisasi kemahasiswaan. Semoga forum ini menjadi katalis bagi transformasi positif dalam kehidupan kemahasiswaan UMW Kendari, dan pada akhirnya, menciptakan lulusan-lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kepedulian terhadap masyarakat.
—
Penulis: Redaksi Kampus UMW Kendari
Editor: Tim Publikasi UPT UMW Kendari