Kendari – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Universitas Mandala Waluya (UMW) di Kendari berhasil menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang meriah pada akhir pekan lalu. Acara yang diadakan selama tiga hari penuh, mulai dari Jumat 28 Maret hingga Minggu 30 Maret 2026, menghadirkan lebih dari 1.200 peserta dari berbagai program studi di lingkungan UMW Kendari. Penampilan memukau mahasiswa dalam berbagai cabang olahraga dan seni budaya menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mengembangkan potensi mahasiswa di luar akademik.
Dalam acara puncak festival yang diadakan di Lapangan Olahraga Terpadu UMW Kendari, mahasiswa tampil bersemi menampilkan seni tari tradisional Sulawesi, permainan futsal putri dan putra, kompetisi catur, pertunjukan musik modern, serta berbagai cabang olahraga yang lainnya. Kegembiraan dan semangat tinggi tersebar di setiap sudut kampus, menciptakan suasana yang meriah dan membanggakan.
“Kami sangat bahagia melihat antusiasme tinggi dari seluruh mahasiswa yang terlibat dalam festival ini. Ini adalah wujud nyata dari komitmen UMW Kendari untuk mengembangkan mahasiswa secara holistik, tidak hanya dalam akademik tetapi juga dalam aspek olahraga, seni, dan budaya,” ungkap Dr. Bambang Kurniawan, Kepala UPT Universitas Mandala Waluya Kendari, dalam sambutan pembukaan festival pada Jumat pukul 09.00 WITA.
Prestasi Gemilang di Berbagai Cabang
Memasuki hari ketiga festival, data sementara menunjukkan bahwa mahasiswa UMW Kendari telah meraih 12 medali emas, 18 medali perak, dan 22 medali perunggu di berbagai cabang olahraga dan seni budaya. Prestasi ini melampaui target awal yang ditetapkan panitia, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan festival tahun lalu yang hanya menghasilkan 8 medali emas.
Dalam kategori olahraga, mahasiswa menunjukkan dominasi di cabang futsal, bola voli, badminton, dan catur. Tim futsal putri UMW Kendari, yang dilatih oleh Agus Suprianto, seorang pelatih bersertifikat internasional, berhasil meraih emas dengan permainan yang solid dan terkoordinasi dengan baik. Sementara itu, tim bola voli putra juga mempertahankan gelar sebagai juara dengan pertahanan yang kokoh dan serangan yang tajam.
“Kami tidak menduga bahwa persiapan selama tiga bulan ini akan membuahkan hasil yang sebaik ini. Setiap pemain memberikan yang terbaik, dan ini adalah hasil kerja keras bersama,” kata Dina Marlina, kapten tim futsal putri UMW Kendari, dengan mata berbinar seusai pertandingan final.
Di bidang seni budaya, mahasiswa program studi Pendidikan Seni dan Budaya, ditambah dengan partisipan dari berbagai jurusan lainnya, menampilkan pertunjukan yang memukau. Tarian tradisional Sulawesi yang dipadukan dengan gerakan kontemporer berhasil memenangkan hati juri. Penampilan ini dilakukan oleh 45 mahasiswa yang telah berlatih intensif selama tiga bulan untuk mempersiapkan gerakan yang harmonis dan penuh makna budaya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal kita tidak tertinggal dan tetap relevan di era modern. Setiap gerakan dalam tarian ini memiliki cerita dan filosofi mendalam dari warisan budaya Sulawesi yang kaya,” jelas Siti Nurhaliza, koordinator pertunjukan seni tari, sambil merapikan kostum tradisional berwarna-warni.
Partisipasi Luas dari Berbagai Fakultas
Kesuksesan festival ini didukung oleh partisipasi aktif dari mahasiswa di berbagai fakultas UMW Kendari. Fakultas Teknik menghadirkan 287 peserta, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial dengan 234 peserta, Fakultas Kesehatan dengan 189 peserta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan 156 peserta, serta fakultas-fakultas lainnya. Keberagaman peserta mencerminkan inklusivitas festival yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa untuk menampilkan bakat mereka.
“Kami sengaja merancang festival dengan format yang terbuka untuk semua. Tidak hanya mahasiswa yang memiliki bakat khusus, tetapi setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk mencoba dan mengembangkan diri mereka di bidang olahraga dan seni budaya,” jelas Hendra Wijaya, Ketua Panitia Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026, yang juga merupakan dosen tetap di Fakultas Teknik UMW Kendari.
Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam festival ini mencakup futsal putra dan putri, bola voli putra dan putri, badminton tunggal putra dan putri, catur standar dan blitz, serta lari 100 meter dan estafet 4×100 meter. Untuk kategori seni budaya, terdapat kompetisi tari tradisional, tari modern, paduan suara, solo vokal, dan karya seni visual. Keberagaman cabang ini memastikan bahwa tidak ada mahasiswa yang merasa tertinggal karena tidak ada cabang sesuai dengan minat mereka.
Salah satu momen paling menarik adalah pertandingan catur blitz yang berlangsung sengit. Mahasiswa dari berbagai program studi bersaing ketat dalam permainan yang membutuhkan kecepatan berpikir tinggi. Pemenang cabang ini, Rismawanto, mahasiswa Fakultas Teknik tahun ketiga, berhasil mengalahkan 23 lawan dalam serangkaian pertandingan yang melelahkan namun penuh kepuasan.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas
Keberhasilan festival kali ini tidak lepas dari dukungan penuh Pimpinan Universitas Mandala Waluya. Prof. Dr. Ir. Supriyono, Rektor UMW, secara khusus hadir untuk memberikan arahan kepada UPT Kendari agar festival ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan luaran yang maksimal.
“Pengembangan mahasiswa yang holistik adalah prioritas utama UMW. Kami percaya bahwa mahasiswa yang sehat secara fisik dan mental akan memiliki performa akademik yang lebih baik pula. Festival seperti ini adalah salah satu cara kami untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya mendalami ilmu pengetahuan, tetapi juga mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat ikatan sosial di antara mereka,” kata Prof. Dr. Ir. Supriyono dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Rektor UMW Pusat.
Lebih lanjut, Rektor juga mengumumkan bahwa UMW akan menyediakan beasiswa khusus untuk mahasiswa yang menunjukkan prestasi luar biasa dalam olahraga dan seni budaya, baik di level lokal maupun nasional. Program beasiswa ini, yang dimulai tahun akademik 2026/2027, diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk terus berprestasi dan tidak mengorbankan kualitas akademik mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa prestasi di luar akademik juga dihargai dengan baik. Beasiswa ini adalah bentuk apresiasi kami kepada mereka yang telah membuktikan bahwa mereka mampu berkembang di berbagai aspek kehidupan,” lanjut Prof. Dr. Ir. Supriyono dengan penuh keyakinan.
Dampak Positif dan Rencana ke Depan
Penyelenggaraan festival olahraga dan seni budaya ini memberikan dampak positif yang terukur. Dari hasil survey awal yang dilakukan panitia kepada 350 peserta, sebanyak 92% menyatakan bahwa mengikuti festival ini meningkatkan kepercayaan diri mereka, 88% merasa lebih termotivasi untuk terus mengembangkan bakat mereka, dan 85% mengatakan bahwa pengalaman ini memperkuat ikatan persahabatan dengan sesama mahasiswa.
Selain itu, festival ini juga menjadi ajang promosi untuk UMW Kendari di level masyarakat lokal. Berbagai media massa lokal dan regional menghadirkan liputan eksklusif tentang kegemilangan acara ini, meningkatkan visibilitas universitas di mata publik. Kepala UPT Kendari Dr. Bambang Kurniawan mengatakan bahwa hal ini sangat penting untuk reputasi dan kredibilitas institusi.
“Melalui festival ini, kami menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa UMW Kendari adalah universitas yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memiliki perhatian pada pengembangan karakter dan keterampilan mahasiswa secara menyeluruh. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun alumni yang berkualitas dan berkarakter,” ujar Dr. Bambang Kurniawan dengan bangga.
Panitia festival juga telah merencanakan beberapa inisiatif untuk tahun depan. Antara lain, festival akan diperluas dengan menambahkan kategori-kategori baru seperti e-sports, fotografi, dan film pendek yang mencerminkan perkembangan zaman. Selain itu, akan ada skema kerjasama dengan komunitas olahraga dan seni di luar kampus untuk memberikan pelatihan khusus kepada mahasiswa yang menunjukkan potensi tinggi.
“Kami ingin festival tahun depan lebih besar, lebih inklusif, dan menghasilkan lebih banyak prestasi. Kami juga sedang merancang program pembinaan berkelanjutan sehingga mahasiswa tidak hanya berprestasi di festival saja, tetapi juga di kompetisi tingkat regional dan nasional,” sebutkan Hendra Wijaya dengan antusiasme tinggi.
Testimoni Mahasiswa dan Pengajar
Berbagai testimoni dari mahasiswa dan pengajar menunjukkan keberhasilan festival ini dalam mencapai tujuannya. Ida Bagus, mahasiswa Fakultas Pendidikan tahun kedua yang mengikuti pertunjukan tari modern, mengatakan bahwa pengalaman tampil di panggung besar membuat dirinya merasa lebih percaya diri dalam berbagai aspek kehidupan.
“Sebelum ini, saya sangat gugup ketika harus tampil di depan publik. Tetapi melalui festival ini, saya belajar bahwa keberanian dan persiapan yang matang adalah kunci. Sekarang, saya lebih yakin untuk mengambil peran aktif di berbagai kegiatan lainnya,” cerita Ida Bagus dengan senyuman yang hangat.
Sementara itu, Dr. Putu Sudiarta, dosen pembimbing untuk tim bola voli putri, menekankan pentingnya disiplin dan kerja tim dalam mencapai prestasi olahraga. “Mahasiswa-mahasiswa kami telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka rela meluangkan waktu untuk latihan intensif sambil tetap menjaga performa akademik. Ini adalah karakter yang akan sangat berguna bagi mereka ketika memasuki dunia kerja nanti,” ucap Dr. Putu Sudiarta dengan penuh apresiasi.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang baru saja berlalu menandai babak baru dalam pengembangan mahasiswa di UMW Kendari. Dengan prestasi gemilang yang telah dicapai, partisipasi luas dari berbagai fakultas, dan dukungan penuh dari pimpinan universitas, jelas bahwa institusi ini serius dalam komitmennya untuk menghasilkan alumni yang berkualitas secara menyeluruh.
Ke depannya, UMW Kendari akan terus mengembangkan program-program yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang olahraga, seni, dan budaya. Dengan investasi yang tepat dan strategi yang matang, diharapkan mahasiswa UMW Kendari dapat terus bersinar tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di kompetisi nasional dan internasional.
Festival ini juga menjadi reminder bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, pengembangan kepribadian, dan persiapan untuk kehidupan yang lebih bermakna. Semoga semangat yang terpancar dari festival ini dapat terus menyala dan menginspirasi generasi mahasiswa UMW Kendari untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap aspek kehidupan mereka.
(Artikel ini ditulis berdasarkan liputan langsung dari acara Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 UMW Kendari, 28-30 Maret 2026, dengan wawancara mendalam kepada berbagai narasumber terkait.)