KENDARI — Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berlokasi di pusat kota Kendari, menggelar rangkaian kegiatan akademik berupa seminar, webinar, dan kuliah umum pada hari Senin, 07 April 2026. Acara yang menghadirkan berbagai pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri ini dihadiri lebih dari 800 peserta dari berbagai institusi pendidikan, industri, dan sektor publik di Sulawesi Tenggara.
Tema utama yang diangkat dalam serangkaian acara tersebut adalah “Transformasi Digital dan Inovasi Berkelanjutan: Strategi Pembangunan Ekonomi Kawasan Indonesia Timur.” Penyelenggaraan acara ini merupakan komitmen nyata Universitas Mandala Waluya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menciptakan ekosistem inovasi yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan regional.
Latar Belakang Penyelenggaraan Acara
Dalam dekade terakhir, Sulawesi Tenggara mengalami momentum pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Namun, tantangan transformasi digital menjadi salah satu hambatan utama dalam memaksimalkan potensi pembangunan di kawasan ini. Kepala UPT Universitas Mandila Waluya, Dr. Muhammad Rizki Pratama, M.Sc., menjelaskan bahwa penyelenggaraan rangkaian acara akademik ini dirancang untuk menciptakan dialog konstruktif antara akademisi, praktisi industri, dan pengambil kebijakan.
“Universitas Mandala Waluya merasa terpanggil untuk menjadi fasilitator dalam diskusi publik yang membahas isu-isu strategis bagi pengembangan wilayah Sulawesi Tenggara. Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan yang harus dihadapi oleh semua sektor ekonomi kami,” kata Dr. Muhammad Rizki Pratama dalam sambutannya pada pembukaan acara, Senin pagi (07/04/2026).
Selain itu, Ketua Panitia Pelaksana Acara, Prof. Dr. Siti Nurhaliza Mahmud dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menambahkan bahwa acara ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen kampus dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dan penelitian.
“Kami telah menyiapkan agenda yang padat dan beragam selama tiga hari penuh. Tidak hanya seminar formal, tetapi juga workshop interaktif dan sesi diskusi panel yang memungkinkan partisipasi aktif dari seluruh peserta,” jelas Prof. Dr. Siti Nurhaliza Mahmud.
Pembicara Utama dan Topik Utama
Acara seminar pertama, yang berlangsung pada pukul 09.00 hingga 11.30 WITA, menghadirkan Dr. Bambang Sutrisno, pakar transformasi digital dari Institut Teknologi Bandung, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya yang berjudul “Strategi Akselerasi Transformasi Digital untuk UMKM di Indonesia Timur,” Dr. Bambang Sutrisno menguraikan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan oleh usaha kecil dan menengah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing.
“Transformasi digital di tingkat UMKM bukan hanya tentang adopsi teknologi terbaru. Lebih penting dari itu adalah membangun mindset inovasi dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pasar yang terus berubah. Saya melihat Sulawesi Tenggara memiliki potensi luar biasa, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Dengan strategi digital yang tepat, sektor-sektor ini dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan,” ujar Dr. Bambang Sutrisno kepada wartawan setelah sesi seminarnya.
Webinar sesi kedua, diselenggarakan secara hybrid pada siang hari, menghadirkan Ibu Indah Ramadhani, Vice President Corporate Social Responsibility dari PT Energi Baru Indonesia, serta Prof. Dr. Ade Wijaya dari Universitas Indonesia yang merupakan spesialis ekonomi berkelanjutan. Topik diskusi mereka berkisar pada “Inovasi Berkelanjutan dalam Industri Energi Terbarukan untuk Pembangunan Ekonomi Inklusif.”
Indah Ramadhani menekankan bahwa perusahaan-perusahaan modern harus memikirkan tidak hanya keuntungan finansial, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan dari setiap keputusan bisnis mereka.
“Kami di PT Energi Baru Indonesia percaya bahwa inovasi berkelanjutan adalah kunci untuk pertumbuhan jangka panjang. Program pelatihan yang kami tawarkan kepada masyarakat lokal di Sulawesi Tenggara adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi juga memberdayakan komunitas lokal,” tambah Indah Ramadhani.
Kuliah Umum dan Sesi Interaktif
Pada sore harinya, berlangsung kuliah umum dengan pembicara Bapak Haryo Santoso, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian RI, yang menghadirkan perspektif pemerintah tentang “Kebijakan Pemerintah dalam Mendukung Ekosistem Inovasi di Indonesia Timur.”
Haryo Santoso menjelaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan sumber daya signifikan untuk mendukung pengembangan ekosistem inovasi di daerah-daerah tertinggal, termasuk Sulawesi Tenggara. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, universitas, dan swasta dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan startup dan inovasi.
“Universitas Mandala Waluya memiliki peran penting sebagai inkubator ide-ide inovatif. Saya sangat menghargai inisiatif kampus ini dalam menggelar rangkaian acara yang melibatkan berbagai stakeholder. Semoga dari forum ini, muncul berbagai inisiatif konkret yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan bersama,” kata Haryo Santoso.
Selain itu, acara juga mencakup workshop sesi pemberdayaan dengan topik “Digital Marketing untuk UMKM” yang dipandu oleh praktisi langsung dari industri e-commerce terkemuka, serta sesi “Pitch Your Startup Idea” yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan entrepreneur muda untuk mempresentasikan ide bisnis inovatif mereka di depan panel juri yang terdiri dari investor dan pengusaha sukses.
Partisipasi Peserta dan Antusiasme Akademik
Antusiasme peserta terhadap rangkaian acara ini sangat tinggi. Data pendaftaran menunjukkan bahwa kuota awal sebesar 600 peserta terpenuhi dalam waktu kurang dari dua minggu. Universitas Mandala Waluya kemudian membuka slot tambahan dan menerima 200 peserta lainnya hingga kapasitas total mencapai 800 orang.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa dari kampus-kampus di Kendari, Baubau, dan Kolaka, hingga dosen, peneliti, praktisi bisnis, dan pejabat pemerintah daerah. Kehadiran peserta dari berbagai sektor ini menciptakan suasana yang dinamis dan memungkinkan terjadinya networking yang bermanfaat.
Salah satu peserta, Sinta Wijaya, mahasiswa semester akhir dari Program Studi Manajemen Universitas Mandala Waluya, mengungkapkan antusiasmenya terhadap acara tersebut.
“Ini adalah kesempatan luar biasa bagi saya untuk belajar langsung dari para ahli dan praktisi terbaik di bidangnya. Materi-materi yang disampaikan sangat relevan dengan skripsi saya yang membahas tentang digitalisasi supply chain dalam industri pertanian lokal. Saya juga sangat tertarik dengan sesi pitch startup karena saya sedang mengembangkan ide bisnis di bidang agritech,” tutur Sinta Wijaya antusias.
Sementara itu, I Ketut Suryadi, seorang pengusaha muda dari Kendari yang memiliki usaha di bidang teknologi informasi, melihat acara ini sebagai platform yang sangat berharga untuk memperluas jaringan dan memperoleh insights terbaru tentang tren industri.
“Sebagai entrepreneur dari Sulawesi Tenggara, saya sering merasa tertinggal dalam mengikuti perkembangan industri dibandingkan dengan rekan-rekan saya di Jakarta atau Surabaya. Acara seperti ini sangat membantu untuk meminimalkan knowledge gap tersebut,” kata I Ketut Suryadi.
Inovasi dalam Format Acara
Salah satu keunikan dari rangkaian acara ini adalah penggunaan teknologi hybrid yang memungkinkan partisipasi peserta baik secara luring maupun daring. Universitas Mandala Waluya telah mengupgrade fasilitas auditoria di UPT mereka dengan sistem konferensi video berkualitas tinggi dan sarana streaming yang memadai.
“Keputusan untuk menggunakan format hybrid bukan hanya sekadar menciptakan fleksibilitas bagi peserta, tetapi juga sebagai implementasi langsung dari tema seminar kami tentang transformasi digital. Kami ingin menunjukkan bahwa transformasi digital dimulai dari institusi kami sendiri,” kata Dr. Muhammad Rizki Pratama.
Peserta daring mencapai angka 250 orang, berasal dari berbagai kota di Indonesia, bahkan beberapa dari mereka berada di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa acara yang diselenggarakan oleh Universitas Mandala Waluya telah mencapai jangkauan yang lebih luas dari yang awalnya direncanakan.
Harapan Hasil dan Dampak Jangka Panjang
Para penyelenggara acara menginformasikan bahwa hasil-hasil dari rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum ini akan dikompilasi dalam sebuah white paper yang akan didistribusikan kepada pemerintah daerah, asosiasi industri, dan institusi pendidikan lainnya di Sulawesi Tenggara.
Prof. Dr. Siti Nurhaliza Mahmud mengungkapkan bahwa kampus juga berencana untuk membentuk working group yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan pejabat pemerintah untuk melanjutkan momentum diskusi dan mengembangkan rekomendasi kebijakan yang lebih konkret.
“Kami tidak ingin acara ini berakhir begitu saja. Sebaliknya, ini adalah awal dari kerja sama yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk terus menjadi katalis dalam mendorong perubahan positif di wilayah Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Selain itu, rangkaian acara ini juga diharapkan dapat memperkuat reputasi Universitas Mandala Waluya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap isu-isu kontemporer dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Penutup
Rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Universitas Mandala Waluya pada 07 April 2026 ini telah berhasil menjadi platform yang dinamis dan konstruktif bagi dialog tentang transformasi digital dan inovasi berkelanjutan. Dengan menghadirkan pembicara kaliber internasional dan nasional, serta membuka kesempatan partisipasi yang luas bagi berbagai stakeholder, kampus telah menunjukkan dedikasi seriusnya dalam kontribusi akademik dan praktis terhadap pembangunan wilayah.
Antusiasme yang ditunjukkan oleh peserta dari berbagai latar belakang memberikan harapan bahwa momentum ini akan berlanjut dan menghasilkan inisiatif-inisiatif konkret yang bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Pelaksana Teknis-nya di Kendari, telah membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya lembaga penyedia layanan pendidikan, tetapi juga katalis bagi perubahan sosial dan ekonomi yang positif.
Diharapkan bahwa acara sejenis akan terus diselenggarakan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa Sulawesi Tenggara tidak tertinggal dalam menghadapi dinamika pembangunan nasional dan global.
—
[Panjang: 1.847 kata]